slot77reseller smmKencang77 Heylinkhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiaslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginSlot gacorslot danaslot gacorslot deposit danaslot dana 5000kencang77slot gacorkencang77kencang77slot777slot777kencang77slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacor
slot77reseller smmKencang77 Heylinkhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiaslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginSlot gacorslot danaslot gacorslot deposit danaslot dana 5000kencang77slot gacorkencang77kencang77slot777slot777kencang77slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacor

J.H.: Kami Bukan Cari Ribut, Kami Cari Hak! Tapi Negara Diam Seribu Bahasa

DELIK NASIONAL

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 09:05 WIB

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, 25 Oktober 2025 — Sudah lebih dari tujuh tahun lamanya proses penyelesaian warisan dari almarhum M.U.S. dan almarhumah S.H. terperangkap dalam pusaran konflik internal keluarga dan kebuntuan birokrasi. Gugatan yang diajukan oleh salah satu ahli waris, J.H., terhadap salah satu saudara kandungnya, A.S.W., telah menjadi potret buram bagaimana ketidakooperatifan satu pihak dan kelambanan institusi hukum mampu mengabaikan kewajiban sekaligus menelantarkan tanggung jawab agama dan hukum yang semestinya disegerakan.

Dua orang pewaris, M.U.S. bin S. dan S.H. binti A., telah wafat masing-masing pada tahun 2011 dan 2010 dengan meninggalkan enam orang anak: A.S.W., N.H., J.H., F.K., D.R., dan N.R. — yang terakhir merupakan anak adopsi namun secara moral telah diterima dan diperlakukan setara dengan saudara kandung, sebagaimana telah diakui secara lisan dan tertulis oleh para ahli waris lainnya.

Harta peninggalan utama berupa sebidang tanah dan bangunan di kawasan Jl. P.C., Gg. C.J. No. 4, Kota Pontianak, telah menjadi sumber utama kisruh keluarga. Sertifikat Hak Milik No. 2012, seluas 361 meter persegi, menjadi pusat konflik setelah proses pembagian waris yang seharusnya mudah dan normatif terhambat hanya karena masalah administratif: penolakan A.S.W. untuk menyerahkan identitas diri sebagai syarat mutlak pembuatan Akta Penetapan Waris dan Akta Pembagian Waris di Pengadilan Agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak 8 Mei 2017, A.S.W. menutup diri dan menolak secara terang-terangan untuk menyerahkan salinan kartu identitasnya tanpa penjelasan jelas. Berbagai upaya persuasif dilakukan oleh J.H., baik secara pribadi maupun melalui perantara saudara lain, termasuk N.R., namun hasilnya nihil. Dokumen krusial yang seharusnya hanya tinggal dikumpulkan mengalami kebuntuan, dan seluruh proses pun terhenti tanpa kemajuan berarti hingga bertahun-tahun selepas wafatnya para orang tua mereka.

Frustrasi atas situasi yang tidak berujung ini mendorong J.H. mengambil langkah hukum. Dia mengumpulkan surat kuasa bermeterai dari saudara-saudaranya: N.H., F.K., dan D.R., serta N.R. sendiri, yang juga telah menerima pernyataan resmi dari J.H. dan F.K. yang menyerahkan masing-masing 30% porsi hak waris mereka kepada N.R., sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral. Surat pernyataan tersebut telah diserahkan secara langsung oleh F.K. kepada N.R. di Kota Pontianak.

Sebaliknya, A.S.W. tetap bergeming, bahkan menolak untuk turut menandatangani surat kuasa demi memperlancar pengurusan hukum. Lebih parah, penolakan ini tidak disertai argumentasi yang jelas, yang pada akhirnya menjadi penghambat utama seluruh proses peradilan.

Langkah resmi pertama dilakukan oleh J.H. pada 26 Februari 2018, dengan mengirimkan surat resmi kepada Pengadilan Agama Kota Pontianak, bermaksud meminta keputusan penetapan waris meski satu pihak tidak kooperatif. Surat bernomor 001/SK/WARIS/II/2018 tersebut tidak mendapatkan tanggapan apa pun, tak ada konfirmasi, tak ada klarifikasi, tak ada upaya mediasi. Diam.

Setelah bertahun-tahun dipaksa menunggu tanpa kepastian, J.H. kembali meningkatkan eskalasi dengan melayangkan gugatan waris resmi ke Ketua Pengadilan Agama Kota Pontianak pada tanggal 24 Maret 2025 melalui surat bernomor 007/JH/AW/PAP/II/2025. Surat gugatan itu didukung dokumen lengkap serta surat kuasa dari para ahli waris yang sah. Bukti penerimaan oleh ekspedisi pada 24 April 2025 menegaskan bahwa surat telah resmi diterima oleh pihak pengadilan.

Namun, dua bulan setelahnya, ulang cerita yang sama terulang kembali — tidak ada respons. Dalam upaya mencari kejelasan, F.K. dikirim mendatangi kantor Pengadilan Agama pada 2 Juni 2025. Di sana, ia bertemu dengan seorang petugas informasi bernama S., yang justru membuat kebingungan baru. S. terbukti belum membaca gugatan, bahkan menyatakan tidak bisa menghadirkan A.S.W. tanpa memahami dasar masalah yang menjadi substansi gugatan.

Komunikasi antara J.H. dan S. pun dibuka lewat sambungan telepon melalui perangkat milik F.K., namun lagi-lagi tak membuahkan hasil. Meski sempat diminta mengirimkan kembali salinan gugatan dalam bentuk PDF dan tangkapan layar, hingga 29 Juni 2025, tidak ada kejelasan lanjutan yang diterima J.H. Bahkan pesan melalui WhatsApp yang dikirimkan kepada S. hanya dibaca tanpa balasan, seolah-olah seluruh proses hukum adalah persoalan sepele bagi lembaga yang seharusnya menjadi penjaga hukum waris Islam di wilayah ini.

Kritik terhadap kinerja lembaga pun mencuat. Daripada difasilitasi secara prosedural dengan pendekatan mediasi sebagai opsi awal, justru para petugas mengarahkan untuk menggunakan jasa pengacara — sebuah pilihan yang justru menjadi beban tambahan bagi masyarakat biasa. Di tengah keputusasaan, J.H. menyatakan akan menggandeng Ombudsman RI Wilayah Kalimantan Barat untuk membongkar kasus yang telah menjelma menjadi potret kebobrokan pelayanan publik di ranah keagamaan dan hukum.

J.H., yang sedari awal memilih jalur musyawarah dan penyelesaian santun, kini berada pada tahap final perjuangan — menempuh jalur hukum dengan menggandeng penasihat hukum. Ia menyatakan kesediaannya untuk menanggung sendiri biaya proses tersebut, demi menyelesaikan kewajibannya menyerahkan bagian waris yang telah diniatkan kepada N.R., dan demi menyudahi pertikaian administratif yang seharusnya bisa selesai sejak tujuh tahun silam.

Lebih dari sekadar perkara warisan, ini adalah soal tanggung jawab moral. A.S.W., sebagai anak tertua, seharusnya menjadi teladan tanggung jawab dan pemersatu keluarga. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Keengganan menyerahkan identitas, tanpa alasan, tanpa klarifikasi, telah merugikan seluruh pihak, terutama ahli waris lain yang niatnya tulus hendak menyelesaikan kewajiban syariat dan hukum negara.

Berlarutnya perkara ini adalah alarm bagi siapa pun yang menganggap harta waris bisa ditunda pengurusannya atau diseret dalam ego. Bukan hanya terjadi stagnasi aset, namun konflik ini membuka potensi celaka yang jauh lebih besar — perpecahan keluarga berkepanjangan, gugatan silang generasi, hingga warisan tidak hanya berupa rumah, tetapi juga masalah tak selesai.

Di tengah kelambanan lembaga, ketidakpedulian petugas, dan tindakan pasif dari salah satu ahli waris, muncul satu pertanyaan tegas: apakah kita masih bisa mempercayai sistem? Jika surat yang dikirim sejak tahun 2018 belum dibaca; jika komunikasi sejak April 2025 dibiarkan menggantung; jika sidang pun belum diagendakan dan mediasi awal tak kunjung datang; maka harus kita akui, sistem pelayanan kita sedang berada dalam titik nadir.

Kisah ini bukan sekadar tentang pembagian aset, melainkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan, dan tuli bisu dari mereka yang bersumpah menjunjung tinggi keadilan.

Dan bila tidak diambil alih dengan nalar yang benar dan iman yang lurus, maka kelak anak-cucu dari para pewaris mungkin hanya akan mewarisi satu hal: kekecewaan.

J.H., di ujung perjuangannya, hanya berharap agar takdir akhirnya memihak kepada mereka yang konsisten dalam ikhtiar. Perkara ini adalah bukti sahih dan dokumentasi konkret, bahwa satu orang yang keras kepala cukup untuk melumpuhkan niat baik seluruh keluarga, dibantu oleh sistem yang tidak bekerja sesuai amanat konstitusi maupun agama.

Biarlah semua ini menjadi catatan terbuka untuk generasi seterusnya: jangan diam jika hak diinjak, jangan pasrah jika tanggung jawab dilalaikan, dan jangan pernah percaya bahwa keadilan akan datang dengan sendirinya.

Karena di negeri ini, bahkan untuk mendapatkan hakmu sebagai anak kandung pun, kau harus berperang — dengan sistem, dengan birokrasi, dan kadang, dengan saudaramu sendiri. (TIM)

Berita Terkait

Bikin Heboh, Diduga Gudang Timbun BBM subsidi hasil Pengangsu SPBU ke SPBU, Kini Jadi Sorotan
Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pidie Jaya Ungkap Jaringan Narkotika, Enam Pelaku Ditangkap
Satreskrim Polres Subulussalam Amankan Diduga Pelaku Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor
Oknum RT Cluster Rivertown Grand Wisata Dilaporkan Warganya, Kongkalikong dengan Oknum RW Dugaan Pungli Ratusan Juta
Terkait Kasus Pemerasan terhadap Penonton DWP, PH PPWI: Mereka Harus Dipidanakan
Terkait Dugaan Pemerasan Penonton DWP, Ini Hasil Pemeriksaan 34 Polisi oleh Propam

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:27 WIB

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengukutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:18 WIB

Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:52 WIB

Kabid Propam Polda Sumut Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mangkrak

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:49 WIB

Lapor Pak Kapolri : 7 Bulan Bersemedi, Polda Sumut dan Polrestabes Medan Diminta Segera Tangkap Dua Mamak Maling Yang Diduga Menipu dan Fitnah Korban Pencurian

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:59 WIB

Kapolres Simalungun Dampingi Kunjungan Kerja Wamenkes RI, Tinjau Langsung Skrining TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Parapat

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:55 WIB

118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:22 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara

Berita Terbaru

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 8998000441

article 8998000442

article 8998000443

article 8998000444

article 8998000445

article 8998000446

article 8998000447

article 8998000448

article 8998000449

article 8998000450

article 8998000451

article 8998000452

article 8998000453

article 8998000454

article 8998000455

article 8998000456

article 8998000457

article 8998000458

article 8998000459

article 8998000460

article 8998000461

article 8998000462

article 8998000463

article 8998000464

article 8998000465

article 8998000466

article 8998000467

article 8998000468

article 8998000469

article 8998000470

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000171

article 2000172

article 2000173

article 2000174

article 2000175

article 2000176

article 2000177

article 2000178

article 2000179

article 2000180

article 2000181

article 2000182

article 2000183

article 2000184

article 2000185

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000206

article 2000207

article 2000208

article 2000209

article 2000210

article 2000211

article 2000212

article 2000213

article 2000214

article 2000215

article 2000216

article 2000217

article 2000218

article 2000219

article 2000220

article 2000221

article 2000222

article 2000223

article 2000224

article 2000225

article 2990216

article 2990217

article 2990218

article 2990219

article 2990220

article 2990221

article 2990222

article 2990223

article 2990224

article 2990225

article 2990226

article 2990227

article 2990228

article 2990229

article 2990230

article 2990231

article 2990232

article 2990233

article 2990234

article 2990235

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2990246

article 2990247

article 2990248

article 2990249

article 2990250

article 2990251

article 2990252

article 2990253

article 2990254

article 2990255

article 2990256

article 2990257

article 2990258

article 2990259

article 2990260

article 2990261

article 2990262

article 2990263

article 2990264

article 2990265

article 888866

article 888867

article 888868

article 888869

article 888870

article 888871

article 888872

article 888873

article 888874

article 888875

article 888876

article 888877

article 888878

article 888879

article 888880

article 888881

article 888882

article 888883

article 888884

article 888885

article 888886

article 888887

article 888888

article 888889

article 888890

article 888891

article 888892

article 888893

article 888894

article 888895

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 888906

article 888907

article 888908

article 888909

article 888910

article 888911

article 888912

article 888913

article 888914

article 888915

article 888916

article 888917

article 888918

article 888919

article 888920

article 888921

article 888922

article 888923

article 888924

article 888925

article 0000221

article 0000222

article 0000223

article 0000224

article 0000225

article 0000226

article 0000227

article 0000228

article 0000229

article 0000230

article 0000231

article 0000232

article 0000233

article 0000234

article 0000235

article 0000236

article 0000237

article 0000238

article 0000239

article 0000240

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 0000251

article 0000252

article 0000253

article 0000254

article 0000255

article 0000256

article 0000257

article 0000258

article 0000259

article 0000260

article 0000261

article 0000262

article 0000263

article 0000264

article 0000265

article 0000266

article 0000267

article 0000268

article 0000269

article 0000270

article 5500126

article 5500127

article 5500128

article 5500129

article 5500130

article 5500131

article 5500132

article 5500133

article 5500134

article 5500135

article 5500136

article 5500137

article 5500138

article 5500139

article 5500140

article 5500141

article 5500142

article 5500143

article 5500144

article 5500145

article 5500146

article 5500147

article 5500148

article 5500149

article 5500150

article 5500151

article 5500152

article 5500153

article 5500154

article 5500155

article 7700156

article 7700157

article 7700158

article 7700159

article 7700160

article 7700161

article 7700162

article 7700163

article 7700164

article 7700165

article 7700166

article 7700167

article 7700168

article 7700169

article 7700170

article 7700171

article 7700172

article 7700173

article 7700174

article 7700175

article 7700176

article 7700177

article 7700178

article 7700179

article 7700180

article 7700181

article 7700182

article 7700183

article 7700184

article 7700185

news-1701
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

ALEXASLOT138

ALEXASLOT138

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

slot mahjong

118000441

118000442

118000443

118000444

118000445

118000446

118000447

118000448

118000449

118000450

118000451

118000452

118000453

118000454

118000455

118000456

118000457

118000458

118000459

118000460

118000461

118000462

118000463

118000464

118000465

118000466

118000467

118000468

118000469

118000470

118000471

118000472

118000473

118000474

118000475

128000531

128000532

128000533

128000534

128000535

128000536

128000537

128000538

128000539

128000540

128000541

128000542

128000543

128000544

128000545

138000361

138000362

138000363

138000364

138000365

138000366

138000367

138000368

138000369

138000370

138000371

138000372

138000373

138000374

138000375

138000376

138000377

138000378

138000379

138000380

138000381

138000382

138000383

138000384

138000385

138000386

138000387

138000388

138000389

138000390

138000391

138000392

138000393

138000394

138000395

138000396

138000397

138000398

138000399

138000400

158000286

158000287

158000288

158000289

158000290

158000291

158000292

158000293

158000294

158000295

158000296

158000297

158000298

158000299

158000300

158000301

158000302

158000303

158000304

158000305

158000306

158000307

158000308

158000309

158000310

158000311

158000312

158000313

158000314

158000315

158000316

158000317

158000318

158000319

158000320

158000321

158000322

158000323

158000324

158000325

168000516

168000517

168000518

168000519

168000520

168000521

168000522

168000524

168000527

168000529

168000531

168000532

168000533

168000534

168000535

168000536

168000537

168000538

168000539

168000540

168000541

168000542

168000543

168000544

168000545

178000696

178000697

178000698

178000702

178000705

178000706

178000707

178000709

178000710

178000713

178000716

178000718

178000719

178000721

178000722

178000726

178000727

178000728

178000729

178000730

178000731

178000732

178000733

178000734

178000735

178000736

178000737

178000738

178000739

178000740

178000741

178000742

178000743

178000744

178000745

208000186

208000187

208000188

208000189

208000190

208000191

208000192

208000193

208000194

208000195

208000196

208000197

208000198

208000199

208000200

208000201

208000202

208000203

208000204

208000205

228000376

228000377

228000378

228000379

228000380

228000381

228000382

228000383

228000384

228000385

228000386

228000387

228000388

228000389

228000390

238000536

238000537

238000538

238000539

238000540

238000541

238000542

238000543

238000544

238000545

238000546

238000547

238000548

238000549

238000550

238000551

238000552

238000553

238000554

238000555

238000556

238000557

238000558

238000559

238000560

238000561

238000562

238000563

238000564

238000565

238000566

238000567

238000568

238000569

238000570

news-1701